BAB
I
(ARSITEKTUR
DAN KEBUDAYAAN)
ARSITEKTUR SEBAGAI HASIL KEBUDAYAAN
Menurut pandangan saya, bangunan yang sudah
bersejarah panjang merupakan bangunan yang memiliki karaktekteristik tersendiri
dalam sejarahnya. Bangunan tersebut di niliai penting karena memiliki
peninggalan pada jamannya, sehingga menjadikan bangunan tersebut sebagai hasil
kebudayaan pada jaman tersebut.
PENGERTIAN DAN FILOSOFI KEBUDAYAAN
A) Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari bahasa sangsekerta
“buddhayah” bentuk jamak dari “budhi” dengan arti budhi atau akal, oleh karena
itu kebudayaan dapat diartikan dengan segala hal yang bersangkutan dengan akal. Budaya dapat
pula berarti sebagai hasil pengembangan dari kata majemuk budi dan daya, yang
berarti daya dari budi yang berupa cipta, rasa dan karsa
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang
berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan
sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud
kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga
masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk
tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan
buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
Kebudayaan adalah suatu kumpulan pedoman atau
pegangan yang kegunaan operasionalnya bagi manusia untuk mengadaptasi diri
dengan menghadapi lingkungan – lingkungan tertentu (fisik, alam, sosial dan
kebudayaan) untuk mereka dapat tetap melangsungkan kehidupannya, yaitu memenuhi
kebutuhan – kebutuhan dan untuk dapat hidup secara lebih baik lagi.
B) Filosofi Kebudayaan
Seni pada
mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari
ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas
manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang
mengandung unsur keindahan.
Comments
Post a Comment