Skip to main content

Posts

  SHARIA ECONOMIC FORUM Niat (Rezaldi Dwinanta Tama) ·          “Innamal a’malu binniyat”. Seungguhnya amal perbuatanitu tergantung pada niatnya. HR. AHMAD ·          Dalam kehidupan ini kita melakukan segala sesuatu untuk meluruskan niat dari setiap apa yang kita ingin lakukan. ·          “Hoyrunnas Anfauhum Linnas”. Sebaik - baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”. (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, Ad-Daruqutni) ·          Sebagai manusia, diri kitaini mempunyai kebermanfaatan untuk bisa menolong orang lain apabila mereka dalam kesusahan. ·          Setelah niat diluruskan barulah setiap apa yang kita kerjakan ditujukan untuk kebaikan umat manusia   Moral Sebelum Integritas Intelektual (Muhammad Rizky Rizaldi) ·        ...
Recent posts
BAB 10 ( DINAMIKA KEBUDAYAAN DITINJAU DARI PERKEMBANGAN ARSITEKTUR DI ASIA ) ·          ARSITEKTUR INDIA Arsitektur India adalah jenis arsitektur yang berkembang di India. Tradisi membuat bangunan di kawasan anak benua India telah berawal sejak 2000 tahun Sebelum Masehi, sebagian besar ditujukan sebagai bangunan religius. Bangunan-bangunan awal menampilkan kuil-kuil Buddha dan Hindu yang dibuat dari kayu dan selanjutnya denganbatu bata. Pada abad ke-4 SM, batu digunakan untuk mendirikan bangunan dan seterusnya keterampilan mengukir berkembang pesat di India. Berbagai stupa besar dibangun bersamaan dengan kuil dalam gua dan biara-biara diukir dari batu-batu cadas. Pada Zaman Gupta (abad ke-4 sampai 6 Masehi), arsitektur kuil-kuil berkembang pesat dan seringkali didekorasi dengan ukir-ukiran yang indah. India Utara memiliki ciri khas bangunan kuil yang khas dengan dekorasi yang ramai dan mencapai masa keemasannya pada abad ke-7 sampai 1...
BAB 9 ( DINAMIKA KEBUDAYAAN DITINJAU DARI PERKEMBANGAN ARSITEKTUR DI INDONESIA ) ·          PERKEMBANGAN ARSITEKTUR DI INDONESIA : 1. Masa Kolonialisme       Arsitektur kolonial Belanda di Indonesia dibangun di seluruh Nusantara yang dulu dikenal sebagai Hindia Belanda. Sebagian besar bangunan era kolonial yang lebih baik dan permanen terdapat di Jawa dan Sumatra, yang secara ekonomi dianggap lebih penting selama masa penjajahan Belanda. Akibatnya, lebih banyak bangunan kolonial yang bertahan masih terdapat di kedua pulau tersebut. Banyak benteng dan gudang era VOC lama tersebar di seluruh Nusantara, terutama di sekitar Kepulauan Maluku dan Sulawesi. Setibanya di Hindia Timur, arsitektur Belanda terutama berasal dari pengetahuan dan keahlian dari negara asal. Pada kebanyakan kasus, bangunan pertukangan batu disukai pada sebagian besar konstruksi mereka. Sebelumnya, kayu dan produk sampingannya hampir secara eks...
BAB 8 ( ASPEK CITRA ) ·          CITRA RUMAH TINGGAL       Rumah di atas berlokasi di Jalan Pager Gunung, Bandung. Saya berpendapat rumah di atas bagus karena rumahnya menghadap ke arah datangnya cahaya matahari sehingga pencahayaan alami di dalam rumah pasti baik. Selain pencahayaan alami yang baik, rumah juga pasti tidak lembab seperti terlihat dari dindingnya yang rapi dSan bersih. Supaya tidak menimbulkan ‘glare’ atau silau di dalam ruangan rumah maka di depan jendela rumah yang besar ditanam aneka tanaman hias dari yang berukuran kecil sampai yang berukuran besar namun tetap terlihat rapi bahkan membuat rumah kelihatan asri. Menurut saya rumah di atas sangat bagus karena tanggap terhadap iklim tropis yang menyebabkan rumah terpapar sinar matahari sepanjang tahun.
BAB 7 ( ASPEK CITRA ) ·          ASPEK CITRA SEBAGAI PENDEKATAN KEBUDAYAAN DALAM ARSITEKTUR Proses perolehan citra suatu objek didapat melalui alat indra yang ada pada manusia. Kemudian alat indra tersebut yang membantu manusia memperoleh rekaman – rekaman objek yang dapat berupa warna, bau, bentuk dan sebagainya. rekaman – rekaman tersebut masuk kedalam pikiran manusia berupa suatu kesan atau gambaran. Suatu kesan atau gambaran itu yang pada akhirnya membawa seseorang pada suatu pemahaman tentang suatu objek. Sehingga, pengertian dari citra merupakan suatu “ gambaran “ ( image ) dan kesan diperoleh dari pemahaman seseorang. Citra suatu objek juga menyangkut derajat dan martabat manusia. Dan, terdapat makna berupa cerminan jiwa dan cita - cita manusia penggunanya. Kemudian, juga melambangkan segala hal yang bersifat manusiawi, indah, kesederhanaan, serta keagungan dari yang membangunnya. Citra mewakili tingkat kebudayaan manusia. Sehing...
BAB 6 ( MODERNISASI DALAM DESAIN KASUS KOTA ) Arsitektur Modern Awal yang Dipaksakan Bagian ketiga dari perkembangan arsitektur di Indonesia adalah arsitektur modern awal yang tertransplantasi tipologi Eropa. Tempat berkembangnya unsure-unsur kuno dan modern ditambah dengan unsure-unsur Asia itu sendiri dan non-Asia yang telah bercampur selama berabad-abad. Wilayah yang paling signifikan untuk membangun arsitektur dengan unsure-unsur perpaduan tersebut adalah Indonesia dikarenakan Indonesia memiliki lokasi dan keterbukaannya sebagai sebuah Negara kepulauan dan juga telah lama menjadi tempat pertukaran dan persilangan antara berbagai budaya dan peradaban. Perubahan arsitektur tersebut terwujud pada berbagai gaya dan bentuk arsitektur Indonesia dengan keragaman dan percampuran yang  luar biasa sepanjang sejarah Indonesia. Bersama dengan itu, bentuk-bentuk dari arsitektur dan bentuk-bentuk tata kota secara fisik maupun materi merupakan perwujudan dari sebuah keper...
BAB 5 ( DINAMIKA KEBUDAYAAN ) ·          GEJALA PERGESERAN NILAI BUDAYA 1. Gejala pergeseran nilai budaya bisa terjadi di kalangan kaum muda. Seperti contoh : Eksistensi kaum muda remaja hanya ditempatkan pada pengakuan-pengakuan sementara, misalnya seorang remaja dianggap eksistensinya ada jika remaja tersebut masuk menjadi anggota geng motor, menggunakan baju-baju bermerk, menggunakan blueberry, dugem, clubbing, melakukan freesex, ngedrugs, dan lain sebagainya. Eksistensi kaum muda remaja hanya dihargai sebatas kepemilikan dan status semata. Jika pendangkalan ini terus dipelihara dan dibudidayakan dikalangan remaja kita, makna dan penghargaan terhadap insan manusia semakin jauh. Hasilnya adalah menghilangnya penghargaan terhadap manusia lainnya, misalnya: perang, pemerkosaan, komersialisasi organ tubuh, trafficking, tawuran, dll. Contoh-contoh ini menjadi indikasi kehancuran sebuah kebudayaan yang dimulai dari pergeseran nilai-ni...