Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2019
BAB IV (DINAMIKA KEBUDAYAAN DITINJAU DARI SUDUT PANDANG SEJARAH) Kebudayaan Pra Sejarah Zaman batu adalah suatu periode ketika peralatan manusia secara dominan terbuat dari batu Paleolitikum terdiri dari dua kata yaitu kata paleos yang mempunyai arti tua dan kata litikum yang berasal dari kata litos yang mempunyai arti batu.Dalam zaman ini alat-alat yang dihasilkan masih sangat kasar (tidak diasah atau dipolis) karena hanya sekadar memenuhi kebutuhan hidup saja.Zaman batu tua diperkirakan berlangsung kira-kira tahun yang lalu, yaitu selama masa pleistosen (diluvium).Pada zaman paleolithikum ini, alat-alat yang mereka hasilkan masih sangat kasar. Manusia pendukung zaman ini adalah Pithecantropus Erectus, Homo Wajakensis, Meganthropus Paleojavanicus dan Homo Soloensis, fosilnya Fosil-fosil ini ditemukan di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo.Mereka memiliki kebudayaan Pacitan dan Ngandong. Kebudayaan Pacitan pada tahun 1935, Von Koenigswald menemukan alat-alat batu dan kapa...
BAB III (DINAMIKA DAN KEBUDAYAAN) Inkulturasi, Alkulturasi, Moderenisasi sebagai proses pembinaan kebudayaan 1. Inkulturasi inkulturasi merupakan istilah yang baru muncul menurut analogi faham inkulturasi yang sudah sejak dasawarasa lazim untuk di pakai, berkat mana seorang individu diintergrasikan ke dalam kebudayaan sezaman dan setempat. Dan inkuturasi dapat di uraikan dalam empat bagian:saluran-saluran melalui mana seorang individu di tempat sebagi subjek kebudayaan,isi objektif atau cita-cita kebudayaan yang di harapkan dari padanya,kontrol atau sangsi melawan penyelewengan,ketegangan antara inkulturasi dan daya cipta seseorang. 2. Akulturasi akulturasi merupakan suatu proses yang dijalani individu sebagai respon terhadap perubahan konteks budaya. Menurut Graves (1967), akulturasi merupakan suatu perubahan yang dialami oleh individu sebagai hasil dari terjadinya kontak dengan budaya lain, dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam proses akulturasi yang sedang dijala...
BAB II (STRATEGI KEBUDAYAAN) Mitis Orang menyebut budaya yang lama dengan istilah ”primitif. Kendati sebutan itu menurut Peursen sudah tidak relevan lagi. Karena, menurutnya, dunia alam pikirannya mengandung suatu filsafat yang dalam, gambaran yang ajaib dan adat istiadat yang beragam. Runutan epistemologisakan menemukan kata mitos dari kata mitis ini, kata mitos sendiri berarti sebuah cerita yangmemberikan pedoman dan arah tertentu untuk sekompok orang. Mitos bukan hanya reportaseperistiwa-peristiwa yang dulu terjadi, tetapi mitos memberikan arah kepada kelakuan manusiadan merupakan pedoman dalam menentukan kebijaksanaan manusia. Ontologis Dalam alam pikiran ontologis, manusia mulai mengambil jarak terhadap segala sesuatu yang mengitarinya. Ia tidak begitu terkurung lagi, bahkan kadang ia bertindak sebagai penontonatas hidupnya sendiri. Ia berusaha memperoleh pengertian mengenai daya-daya kekuatan yangmenggerakkan alam dan manusia. Perkembangan ini pernah disebut seba...
BAB I (ARSITEKTUR DAN KEBUDAYAAN) ARSITEKTUR SEBAGAI HASIL KEBUDAYAAN Menurut pandangan saya, bangunan yang sudah bersejarah panjang merupakan bangunan yang memiliki karaktekteristik tersendiri dalam sejarahnya. Bangunan tersebut di niliai penting karena memiliki peninggalan pada jamannya, sehingga menjadikan bangunan tersebut sebagai hasil kebudayaan pada jaman tersebut. PENGERTIAN DAN FILOSOFI KEBUDAYAAN A) Pengertian Kebudayaan       Kebudayaan berasal dari bahasa sangsekerta “buddhayah” bentuk jamak dari “budhi” dengan arti budhi atau akal, oleh karena itu kebudayaan dapat diartikan dengan segala hal  yang bersangkutan dengan akal. Budaya dapat pula berarti sebagai hasil pengembangan dari kata majemuk budi dan daya, yang berarti daya dari budi yang berupa cipta, rasa dan karsa Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak da...