Skip to main content
BAB 7
( ASPEK CITRA )

·         ASPEK CITRA SEBAGAI PENDEKATAN KEBUDAYAAN DALAM ARSITEKTUR
Proses perolehan citra suatu objek didapat melalui alat indra yang ada pada manusia. Kemudian alat indra tersebut yang membantu manusia memperoleh rekaman – rekaman objek yang dapat berupa warna, bau, bentuk dan sebagainya. rekaman – rekaman tersebut masuk kedalam pikiran manusia berupa suatu kesan atau gambaran. Suatu kesan atau gambaran itu yang pada akhirnya membawa seseorang pada suatu pemahaman tentang suatu objek. Sehingga, pengertian dari citra merupakan suatu “ gambaran “ ( image ) dan kesan diperoleh dari pemahaman seseorang.
Citra suatu objek juga menyangkut derajat dan martabat manusia. Dan, terdapat makna berupa cerminan jiwa dan cita - cita manusia penggunanya. Kemudian, juga melambangkan segala hal yang bersifat manusiawi, indah, kesederhanaan, serta keagungan dari yang membangunnya. Citra mewakili tingkat kebudayaan manusia. Sehingga dapat dikatakan, dimensi citra mencerminkan jati diri dan juga kualitas dari suatu objek.
Dalam Arsitektur, istilah citra bermakna lebih dalam dari sekedar kegunaan arsitektur itu sendiri. Citra Arsitektur mencerminkan budaya dan karakter manusia yang membangunnya serta yang menggunakannya. Citra Arsitektur dapat lahir melalui proses diskusi antara Arsitek dan klien nya. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Jacques Herzog dan Pierre de Meuron sebagai arsitek dan prada sebagai kliennya. Diskusi yang dilakukan membahas tentang pengalaman dan kebudayaan. Melalui proses tersebut arsitek dapat menerjemahkan citra pada wujud bangunan, “ Prada tercermin bagi kami, seorang tipe klien yang tertarik pada sebuah inovasi”, begitu yang dikatakan oleh arsiteknya. Cerminan itulah yang mampu membantu arsitek dalam mewujudkan sebuah bangunan. Pada akhirnya tercipta sebuah citra pada bangunan dengan estetika yang dirasakan melalui suatu pengalaman ruang. Dan, citra tersebut yang dipahami sebagai citra arsitektur. 

Comments

Popular posts from this blog

BAB IV (DINAMIKA KEBUDAYAAN DITINJAU DARI SUDUT PANDANG SEJARAH) Kebudayaan Pra Sejarah Zaman batu adalah suatu periode ketika peralatan manusia secara dominan terbuat dari batu Paleolitikum terdiri dari dua kata yaitu kata paleos yang mempunyai arti tua dan kata litikum yang berasal dari kata litos yang mempunyai arti batu.Dalam zaman ini alat-alat yang dihasilkan masih sangat kasar (tidak diasah atau dipolis) karena hanya sekadar memenuhi kebutuhan hidup saja.Zaman batu tua diperkirakan berlangsung kira-kira tahun yang lalu, yaitu selama masa pleistosen (diluvium).Pada zaman paleolithikum ini, alat-alat yang mereka hasilkan masih sangat kasar. Manusia pendukung zaman ini adalah Pithecantropus Erectus, Homo Wajakensis, Meganthropus Paleojavanicus dan Homo Soloensis, fosilnya Fosil-fosil ini ditemukan di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo.Mereka memiliki kebudayaan Pacitan dan Ngandong. Kebudayaan Pacitan pada tahun 1935, Von Koenigswald menemukan alat-alat batu dan kapa...
BAB I (ARSITEKTUR DAN KEBUDAYAAN) ARSITEKTUR SEBAGAI HASIL KEBUDAYAAN Menurut pandangan saya, bangunan yang sudah bersejarah panjang merupakan bangunan yang memiliki karaktekteristik tersendiri dalam sejarahnya. Bangunan tersebut di niliai penting karena memiliki peninggalan pada jamannya, sehingga menjadikan bangunan tersebut sebagai hasil kebudayaan pada jaman tersebut. PENGERTIAN DAN FILOSOFI KEBUDAYAAN A) Pengertian Kebudayaan       Kebudayaan berasal dari bahasa sangsekerta “buddhayah” bentuk jamak dari “budhi” dengan arti budhi atau akal, oleh karena itu kebudayaan dapat diartikan dengan segala hal  yang bersangkutan dengan akal. Budaya dapat pula berarti sebagai hasil pengembangan dari kata majemuk budi dan daya, yang berarti daya dari budi yang berupa cipta, rasa dan karsa Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak da...

Peran Penting Menhadapi Suatu Keadaan

Peran Penting Menghadapi Suatu Keadaan  Dalam suatu peristiwa ketika anda dihadapkan suatu keadaan senang, sedih, tegang, marah. Apa yang harus anda lakukan? Dengan spontan anda akan langsung mengekspresikannya sesuai dengan bahasa tubuh kalian. Dalam Blog ini saya akan memberikan anda beberapa peran penting untuk menhadapi suatu keadaan di lingkungan sekitar. 1. Hal Sedih Dilawan Dengan Gembira !  ketika kalian dihadapi dengan rasa tidak bahagia dan merasa murung hal itu bertanda kamu sedang mengalami kesedihan dalam pikiran kamu. Biasanya faktor lingkungan sekitar kita yang tidak bisa mau menerima sehingga kita akan mengalami kesedihan.  Hal mendukung melawan kesedihan : - Buatlah kebiasaan baru dalam diri kamu dan mulailah menyukainya - Selalu curhat dengan teman maupun keluarga ketika mengalami kegagalan - Selalu memotivasi diri sehingga kita bisa lebih aktiv dalam menjalani kehidupan 2. Rasa Takut Dilawan Dengan Percaya Diri ! Ada dimana ses...