BAB
6
(
MODERNISASI DALAM DESAIN KASUS KOTA )
Arsitektur Modern Awal yang
Dipaksakan
Bagian ketiga dari perkembangan
arsitektur di Indonesia adalah arsitektur modern awal yang
tertransplantasi tipologi Eropa. Tempat berkembangnya unsure-unsur kuno dan
modern ditambah dengan unsure-unsur Asia itu sendiri dan non-Asia yang telah
bercampur selama berabad-abad. Wilayah yang paling signifikan untuk membangun
arsitektur dengan unsure-unsur perpaduan tersebut adalah Indonesia dikarenakan
Indonesia memiliki lokasi dan keterbukaannya sebagai sebuah Negara kepulauan
dan juga telah lama menjadi tempat pertukaran dan persilangan antara berbagai
budaya dan peradaban. Perubahan arsitektur tersebut terwujud pada berbagai gaya
dan bentuk arsitektur Indonesia dengan keragaman dan percampuran yang luar biasa sepanjang sejarah Indonesia.
Bersama dengan itu, bentuk-bentuk dari arsitektur dan bentuk-bentuk tata kota
secara fisik maupun materi merupakan perwujudan dari sebuah kepercayaan,
kondisi sosial ekonomi dan politik, serta seni dan juga budaya.
Perkembangan arsitektur modern
awal: transplantasi tipologi Eropa
Arsitektur modern awal dimulai
pada tahun 1600 hingga 1800 M yang ditandai dengan kedatangan bangsa Eropa
seperti Portugis, Belanda, Spanyol, dan juga Inggris. Peningkatan hegenomi
colonial dan dominasi bangsa Eropa sesungguhnya diimbangi dengan pertumbuhan
pesat peran orang China sebagai perantara di sector-sektor perdagangan, jasa,
dan juga manufaktur.
Pada
awal tujuh belas, arsitektur modern awal yang terbentuk dari
tipologi Eropa da juga bahasa perencanaan ala Eropa yang memiliki empat musim
ditansplantasi langsung ke kawasan tropis seperti Indonesia. Bangunan-bangunan
yang memiliki tipologi ini antara lain adalah pos-pos perdagangan, benteng
militer, dan juga kota-kota yang dilindungi oleh benteng. Alasan di balik
perencanaan dan perancangan unsure-unsur arsiterktur seperti ini adalah naluri
bertahan hidup yang terpaksa menempatkan masalah keamanan lebih tinggi
dibandingkan dengan kenyamanan.
Comments
Post a Comment