Penyikapan Anak Yang Sewajarnya
Sering kita ketahui bahwa dalam mendidik anak merupakan hal yang penting agar anak bisa bertumbuh kembang menjadi anak - anak yang mempunyai moral dan tanggung jawab dalam hidupnya. begitu juga dalam penyikapan terhadap tingakah laku anak dalam kesehariannya supaya anak diajarkan untuk meningkatkan mental dirinya agar terbiasa dalam menghadapi suatu permasalahan. Dalam Blog ini saya akan memeberikan arahan bagaimana untuk menyikapi anak dengan hal yang wajar.
1. Jangan Terlalu Menceramahi anak
- Menceramahi dilakukan tidak berulang - ulang hanya pada waktu ketika si anak ini melakukan kesalahan seperti " Anak yang sudah tidak mempunyai moral lagi "
- Nada bicara yang santai dan tidak kasar dapat membantu anak mau mendengar ceramah kita.
2. Jangan membatasi waktu main
Dalam masa tumbuh kembang anak cenderung anak lebih suka untuk bermain ketimbang belajar. Anak akan lebih memilih bermain dari pada belajar dikarenakan anak - anak hanya berfikir kalau bermain akan membuat dia bahagia dan terbuka sosialnya terhadap lingkungan sekitarnya.
Hal Positif yang harus diterapkan ke anak :
- Terapkan kepada anak bagaimana cara belajar sambil bermain agar si anak ketika belajar tidak terlalu over sehingga mengalami stress.
- Berikan luang waktu mereka untuk bermain ketika jadwal belajar mereka padat.
- ketika mereka begitu gelisah disaat lelah dengan pekerjaan rumahnya anda sebagai orang tua ajaklah mereka bermain agar di masa kecil mereka tidak selalu sedih dikarenakan belajar yang terus menerus.
3. Berikan Motivasi yang sifatnya membangun Mental Anak
Ketika Anak dalam moment kegagalan anak akan cenderung gelisah karena kegagalan yang dia alami membuat mental dia jatuh sehingga dia tidak mau lagi berjuang untuk dirinya sendiri.
Hal Positif yang harus diterapkan ke anak :
- Lakukan pendekatan dan ceritakan (anda sebagai orang tua) pernah mengalami kegagalan selipkan beberapa kata motivasi supaya anak bisa bangkit kembali.
- Menyemangati anak dan buatlah dia percaya diri lagi, dengan begitu anak tidak takut dengan kegagalannya sehingga dia bisa terus maju menjadi seorang yang percaya diri.
- Berikan suatu cerita tentang kegagalan dari orang lain, buat anak mengerti tentang penderitaan itu sehingga dia mengerti bagaimana untuk belajar dari kegagalan orang lain. di situ anak akan termotivasi dari cerita tersebut.
1. Jangan Terlalu Menceramahi anak
Ketika anak terlalu banyak diceramahi, anak akan mengalami penolakan secara terus menerus terhadap hati maupun pikirannya. Anak akan begitu gelisah ketika mereka diberikan suatu kritikan atau ceramah secara berkelanjutan sehingga membuat mereka tidak percaya diri dan akan mengakibatkan terganggunya kehidupan lingkungan sosial mereka.
Hal positif yang harus diterapkan ke anak :
- Dalam menceramahi anak jangan pernah selalu membandingkan anak dengan anak yang lain.
- Menceramahi dilakukan tidak berulang - ulang hanya pada waktu ketika si anak ini melakukan kesalahan seperti " Anak yang sudah tidak mempunyai moral lagi "
- Nada bicara yang santai dan tidak kasar dapat membantu anak mau mendengar ceramah kita.
Dalam masa tumbuh kembang anak cenderung anak lebih suka untuk bermain ketimbang belajar. Anak akan lebih memilih bermain dari pada belajar dikarenakan anak - anak hanya berfikir kalau bermain akan membuat dia bahagia dan terbuka sosialnya terhadap lingkungan sekitarnya.
Hal Positif yang harus diterapkan ke anak :
- Terapkan kepada anak bagaimana cara belajar sambil bermain agar si anak ketika belajar tidak terlalu over sehingga mengalami stress.
- Berikan luang waktu mereka untuk bermain ketika jadwal belajar mereka padat.
- ketika mereka begitu gelisah disaat lelah dengan pekerjaan rumahnya anda sebagai orang tua ajaklah mereka bermain agar di masa kecil mereka tidak selalu sedih dikarenakan belajar yang terus menerus.
3. Berikan Motivasi yang sifatnya membangun Mental Anak
Ketika Anak dalam moment kegagalan anak akan cenderung gelisah karena kegagalan yang dia alami membuat mental dia jatuh sehingga dia tidak mau lagi berjuang untuk dirinya sendiri.
Hal Positif yang harus diterapkan ke anak :
- Lakukan pendekatan dan ceritakan (anda sebagai orang tua) pernah mengalami kegagalan selipkan beberapa kata motivasi supaya anak bisa bangkit kembali.
- Menyemangati anak dan buatlah dia percaya diri lagi, dengan begitu anak tidak takut dengan kegagalannya sehingga dia bisa terus maju menjadi seorang yang percaya diri.
- Berikan suatu cerita tentang kegagalan dari orang lain, buat anak mengerti tentang penderitaan itu sehingga dia mengerti bagaimana untuk belajar dari kegagalan orang lain. di situ anak akan termotivasi dari cerita tersebut.

Comments
Post a Comment