BAB
II
(STRATEGI
KEBUDAYAAN)
Mitis
Orang menyebut budaya yang lama dengan istilah
”primitif. Kendati sebutan itu menurut Peursen sudah tidak relevan lagi.
Karena, menurutnya, dunia alam pikirannya mengandung suatu filsafat yang dalam,
gambaran yang ajaib dan adat istiadat yang beragam. Runutan epistemologisakan
menemukan kata mitos dari kata mitis ini, kata mitos sendiri berarti sebuah
cerita yangmemberikan pedoman dan arah tertentu untuk sekompok orang. Mitos
bukan hanya reportaseperistiwa-peristiwa yang dulu terjadi, tetapi mitos
memberikan arah kepada kelakuan manusiadan merupakan pedoman dalam menentukan
kebijaksanaan manusia.
Ontologis
Dalam alam pikiran ontologis, manusia mulai
mengambil jarak terhadap segala sesuatu yang mengitarinya. Ia tidak begitu
terkurung lagi, bahkan kadang ia bertindak sebagai penontonatas hidupnya
sendiri. Ia berusaha memperoleh pengertian mengenai daya-daya kekuatan
yangmenggerakkan alam dan manusia. Perkembangan ini pernah disebut sebagai
perkembangan dari ”mitos” ke ”logos”. Kata ”logos” mengandung arti sesuatu yang
mirip dengan ”logis”. Namun dalam tahap ini memang manusia tidak hanya melulu
berpikir secara logis, tapi emosi dan harapan juga bermain di sini, pun agama
dan keyakinan juga tetap berpengaruh. Sekarang ajaran mengenai dunia mitologis
berubah menjadi metafisika. Refleksi atas kehidupan manusia dengan para pemikir
besar Yunani, sebut saja Aristoteles, Plato, dan Socrates. Meramaikan alam pikiran
ontologis ini. Pertanyaan yang diajukan dalam alam pikiran ini adalah tentang
dunia transenden, tentang kebebasan manusia, pengertian mengenai dosa dan kehidupan,eskaton
(akhir jaman), dan lain - lain.
Fungsionalis
Fungsional
dapat dilihat sebagai suatu pembebasan dari substansialisme. Alam pikiran fungsional
menyangkut hubungan, pertautan dan relasi. Alam pikiran manusia selalu mengandung
aspek-aspek fungsionil. Alam pikiran ini meliputi baik teori maupun
praktek,perbuatan etis dan karya artistik, sektor pekerjaan dan
keputusan-keputusan politis. Tetapi ditengah gejala-gejala nampak adanya sikap
dasar dalam alam fungsional yaitu orang mencari hubungan-hubungan antara semua
bidang, arti sebuah kata atau perbuatan atau barang dipandang menurut peran dan
fungsi yang dimainkan dalam keseluruhan yang saling berhubungan. Dalam alam
pikiran fungsionil nampak bagiamana manusia dan dunia saling menunjukkan,
relasi,kebertautan antara yang satu dengan yang lain.
Comments
Post a Comment