BAB
III
(DINAMIKA
DAN KEBUDAYAAN)
Inkulturasi,
Alkulturasi, Moderenisasi sebagai proses pembinaan kebudayaan
1. Inkulturasi
inkulturasi merupakan
istilah yang baru muncul menurut analogi faham inkulturasi yang sudah sejak
dasawarasa lazim untuk di pakai, berkat mana seorang individu diintergrasikan
ke dalam kebudayaan sezaman dan setempat. Dan inkuturasi dapat di uraikan dalam
empat bagian:saluran-saluran melalui mana seorang individu di tempat sebagi
subjek kebudayaan,isi objektif atau cita-cita kebudayaan yang di harapkan dari
padanya,kontrol atau sangsi melawan penyelewengan,ketegangan antara inkulturasi
dan daya cipta seseorang.
2. Akulturasi
akulturasi merupakan
suatu proses yang dijalani individu sebagai respon terhadap perubahan konteks
budaya. Menurut Graves (1967), akulturasi merupakan suatu perubahan yang
dialami oleh individu sebagai hasil dari terjadinya kontak dengan budaya lain,
dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam proses akulturasi yang sedang
dijalani oleh budaya atau kelompok etnisnya. Perubahan yang terjadi pada
tingkatan ini terlihat pada identitasnya, nilai-nilai, dan perilaku.
3.
Modernisasi
Menurut Soekamto, modernisasi
adalah sebuah bentuk perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan. Pada
dasarnya pengertian modernisasi mencakup suatu transformasi total kehidupan
bersama yang tradisional atau pra modern dalam arti tekhnologi serta organisasi
sosial, kearah pola-pola ekonomi dan politik yang menjadi ciri negara-negara
barat yang stabil.
Pergeseran
Nilai Budaya Beserta Kesenjangan
Pergeseran nilai-nilai budaya dalam terjadi seiring
pengaruh dari globalisasi dan pengaruh budaya lain. Perkembangan cyber space,
internet, informasi elektronik dan digital, ditemui dalam kenyataan sering
terlepas dari sistim nilai dan budaya. Perkembangan ini sangat cepat terkesan
oleh generasi muda yang cenderung cepat dipengaruhi oleh elemen-elemen baru
yang merangsang. Suka atau tidak bila tidak disikapi dengan kearifan dan
kesadaran pembentengan umat, pasti akan menampilkan benturan-benturan
psikologis dan sosiologis. Pada Era globalisasi telah terjadi perubahan
perubahan cepat. Dunia menjadi transparan, terasa sempit, hubungan menjadi
sangat mudah dan dekat, jarak waktu seakan tidak terasa dan seakan pula tanpa
batas. Perubahan yang mendunia ini akan menyebabkan pergeseran nilai-nilai
budaya tersebut. Perubahan tersebut meliputi
perubahan yang arus globalisasi : Menggeser pola hidup masyarakat dan
pertumbuhan ekonomi.
Pemecahan
Krisis masalah budaya
Modernisasi yang dikumandangkan di berbagai belahan
dunia, tanpa disadari akan melahirkan budaya baru dengan mengusung atas
perkembangan dan berperannya teknologi dalam proses kelengsungan kehidupan
manusia itu sendiri, sehingga peradaban yang terlahir menjadi gegap gempita dan
luar biasa.
Gencarnya arus globalisasi dengan diikuti hadirnya
kecanggihan teknologi di dalam penerapannya, membuat lahirnya peradaban menuju
kearah dunia barat. Lahirnya modernisasi di dalam masyarakat kita telah sedikit
banyak merubah cara pandang dan pola
hidup masyarakat, sehingga peradaban yang tercipta merupakan duplikasi budaya
masyarakat barat yang cenderung berjiwa konsumtif dan hedonis.
Berbagai macam fenomena kehidupan yang terjadi di
lingkungan masyarakat dewasa ini, telah mengilustrasikan suatu keadaan yang
mencerminkan layaknya kehidupan masyarakat dunia barat. Pola ini memang sengaja
dilakukan oleh para penguasa media yang melahirkan dan mempopulerkan pola hidup
semacam itu lewat pengaruh produknya yang notabene sebagai cerminan kebudayaan
lebih modern serta digembar-gemborkan melalui berbagai macam jejaring medianya
hingga masyarakat bertekuk lutut, lalu meniru secara mentah-mentah tanpa adanya
koreksi diri dari produk lansiran kaum kapitalis itu.
Dampak yang dihasilkan dari era globalisasi ini
mengakibatkan hilangnya sebagian nilai budaya yang telah kita terapkan turun
menurun dari zaman nenek moyang kita, sehingga masyarakat baru hanya mengetahui
budaya yang sedang mengikuti perkembangan zaman bukan budaya dari leluhur nenek
moyang kita.
Solusi dari permasalahan krisis budaya yang harus
kita terapkan untuk membangun kembali budaya kita adalah menumbuhkembangkan
pemikiran masyarakat tentang pola kehidupan budayanya, memberikan edukasi
terhadap masyarakat baru untuk mempelajari budaya budaya yang telah telah ada,
dan melestarikan dengan mengajarkan kepada anak anak muda atau orang asing
untuk belajar mengenai budaya yang kita miliki. Solusi ini memberikan dampak
positif bagi budaya yang kita miliki agar tidak hilang di lupakan zaman.
Budaya yang kita
miliki sepatutnya kita pelajari agar kita tau bahwa dalam Negara kita juga
memiliki budaya budaya yang unik untuk bisa kita ajarkan kepada orang lain.
Comments
Post a Comment